PRESINTIA, SALMA EKA (2026) KARAKTERISTIK PASIEN TRANSFUSI DARAH DENGAN HASIL INKOMPATIBEL PADA PEMERIKSAAN UJI SILANG SERASI DI UDD PMI KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2024 - 2025. Laporan Akhir thesis, POLTEKKES KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (190kB)
4. HALAMAN PERYATAAN.pdf
Download (136kB)
5. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (241kB)
6. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (203kB)
8. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (160kB)
9. ABSTRAC INGGRIS.pdf
Download (217kB)
11. BAB I.pdf
Download (221kB)
12. BAB II.pdf
Download (429kB)
13. BAB III.pdf
Download (294kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (524kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (194kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (180kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Pemeriksaan uji silang serasi adalah tahapan krusial untuk memastikan kecocokan darah donor dan penerima sebelum transfusi untuk mencegah reaksi transfusi. Reaksi transfusi dapat disebabkan oleh hasil uji silang serasi yang inkompatibel berati antara darah pasien dengan darah donor tidak cocok. Jenis inkompatibel mayor,
inkompatibel minor, inkompatibel autokontrol atau AC dan inkompatibel Direct Coombs Test atau DCT. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pasien transfusi darah dengan hasil inkompatibel pada uji silang serasi menggunakan metode gel di Unit Donor Darah PMI Kabupaten Lumajang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel 101 data pasien inkompatibel dari Januari 2024 hingga Juni 2025. Hasil Penelitian: Hasil inkompatibel tertinggi berdasarkan jenis kelamin pada perempuan sebanyak 77 (76%), usia dewasa 19-44 tahun sebanyak 31 (31%), golongan O+ sebanyak 42 (42%), komponen PRC sebanyak 99 (99%), diagnosis anemia sebanyak 84 (83%). jenis inkompatibel positif mayor,minor,autokontrol sebanyak 74 (73%), riwayat transfusi berulang sebanyak 77 (76%) dan Direct Coombs Test (DCT) positif sebanyak 81(80%). Kesimpulan: Jenis inkompatibel berdasarkan karakteristik pasien inkompatibel paling sering ditemui positif mayor,minor,autokontrol. Saran: Perluas penelitian dengan identifikasi antibodi spesifik untuk mengetahui penyebab inkompatibel.
Kata Kunci: Uji Silang Serasi, Inkompatibel, Transfusi Darah, Karakteristik Pasien, Direct Coombs Test.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Laporan Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Analisis Farmasi dan Makanan (Anafarma) > Teknologi Bank Darah > Tranfusi |
| Divisions: | Jurusan Analisis Farmasi Dan Makanan > Program Studi D-III Teknologi Bank Darah > Program Studi D-III Teknologi Bank Darah Malang |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | Jul 0021 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 07:23 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2008 |
