QUEEN, LUPITA (2023) PERANCANGAN TRACER SEBAGAI ALAT KENDALI DOKUMEN REKAM MEDIS DI RSUD SIMPANG LIMA GUMUL KEDIRI. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (73kB)
3. COVER DALAM.pdf
Download (73kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (210kB)
5. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (162kB)
6. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (371kB)
7. KATA PENGANTAR.pdf
Download (89kB)
8. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (31kB)
9. ABSTRACT INGGRIS.pdf
Download (30kB)
10. DAFTAR ISI.pdf
Download (47kB)
11. BAB I.pdf
Download (77kB)
12. BAB II.pdf
Download (151kB)
13. BAB III.pdf
Download (145kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (544kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (14kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (133kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
Nama : Lupita Queen Program Studi : D-3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Judul : Perancangan Tracer sebagai Alat Kendali Dokumen Rekam Medis di RSUD Simpang Lima Gumul Kediri RSUD Simpang Lima Gumul Kediri sudah menggunakan tracer (outguide) sebagai petunjuk keluar dokumen rekam medis. Namun, tracer (outguide) belum pernah dilakukan pengembangan sesuai dengan ketentuan IFHIMA (2012) dan masih terjadi misfile dokumen rekam medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang tracer serta mengetahui perbedaan angka kejadian misfile sebelum dan sesudah perancangan tracer. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini digambarkan dalam two group pre-test post-test design dan uji T Berpasangan. Hasil perancangan tracer didapatkan tracer dengan spesifikasi ketebalan 50 micron, warna oranye, ukuran 35 cm × 10,5 cm, dan terdapat kantong slip berukuran 13 cm × 8 cm. Hasil two group pre-test dan post-test design terhadap angka kejadian misfile DRM adalah 37,35% (pre-test) dan pada post-test terjadi penurunan sebesar 0,18% dari 37,75% menjadi 28,87%. Sedangkan untuk hasil uji T berpasangan didapatkan bahwa nilai signifikansi > 0,05 dan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan angka kejadian misfile sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) perancangan tracer (outguide). Hal tersebut diakibatkan beberapa faktor yang sangat mempengaruhi proses filing, yaitu faktor man dan faktor method. Pada faktor man disebabkan karena kurangnya ketelitian petugas dan tingginya beban kerja. Sedangkan pada faktor method disebabkan karena tidak adanya SOP peminjaman dokumen rekam medis.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Rekam Medis dan Informasi Kesehatan > Rekam Medis |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 2026 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 10:00 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1942 |
