SAFIRA, DEWI (2023) HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA USIA 6-24 BULAN DI DESA SUMBERKRADENAN KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
ABSTRAK.pdf
Download (32kB)
BAB V PENUTUP.pdf
Restricted to Registered users only
Download (32kB) | Request a copy
COVER BELAKANG.pdf
Download (32kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (133kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (174kB)
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (80kB)
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (39kB)
COVER DEPAN.pdf
Download (52kB)
IDENTITAS PANITIA PENGUJI.pdf
Download (83kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang lama, karena pemberian asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizinya (Muniroh, 2015). Asupan gizi yang diperoleh bayi sejak lahir tentunya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 kejadian stunting menunjukkan 10,2% sedangkan pada Kemenkes 2018 prevalensi stunting pada anak yaitu 30,8%. Prevalensi stunting di Kabupaten Pakis yaitu sebesar 4,68%, prevalensi stunting di Desa Sumberkradenan yaitu sebesar 2,2%. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Hubungan Pemberian MP-ASI dan Tingkat Konsumsi Energi Dan Protein Dengan Kejadian Stunting Pada Baduta Usia 6-24 Bulan Di Desa Sumberkradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Metode Penelitian: Metode penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel berjumlah 20 ibu baduta. Pengolahan data menggunakan analisis deskriptif Hasil Penelitian: Tidak ada kecenderungan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi baduta. Tingkat konsumsi energi pada baduta sebagian besar dalam kategori sedang sebanyak 8 (61,5%) baduta dengan status gizi stunting. Tingkat konsumsi protein sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 13 (100%) baduta stunting Kesimpulan: Tidak ada kecenderungan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi baduta, karena sebagian besar balita yang mengalami stunting memiliki pemberian MP-ASI yang sesua sebanyak 8 (61,5%) baduta. Tingkat konsumsi energi pada baduta sebagian besar dalam kategori sedang sebanyak 8 (61,5%) Baduta dengan status gizi stunting. Tingkat konsumsi protein menunjukkan sebanyak 13 (100%) baduta stunting dalam tingkat konsumsi protein kategori baik dan tidak terdapat baduta yang tingkat konsumsi protein dalam kategori defisit. Saran: Dalam memulai pemberian MP-ASI pertama kali pada baduta harus tepat waktu pemberian sesuai dengan rekomendasi yang telah ditetapkan. Pada tingkat konsumsi energi dan protein baduta perlunya peningkatan asupan energi dan protein pada baduta dan orang tua perlu memperhatikan konsumsi makanan baduta dengan sesuai tingkat kecukupan yang dianjurkan untuk mencapai status gizi optimal sehingga akan mengurangi resiko terjadinya stunting.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Gizi > Stunting |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 07:33 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 07:06 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1684 |
