AISAH, FITRIA NUR (2023) KARAKTERISTIK PENDONOR REAKTIF HEPATITIS B DAN C PADA TAHUN 2021-2022 DI UDD PMI KABUPATEN BOJONEGORO. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
1. Cover Luar.pdf
Download (25kB)
2. Cover Dalam.pdf
Download (239kB)
3. Lembar Pernyataan Keaslian.pdf
Download (242kB)
4. Lembar Persetujuan.pdf
Download (234kB)
5. Lembar Pengesahan.pdf
Download (296kB)
6. Kata Pengantar.pdf
Download (444kB)
7. Abstrak Indonesia.pdf
Download (220kB)
9. Daftar Isi.pdf
Download (289kB)
10. BAB I.pdf
Download (349kB)
11. BAB II.pdf
Download (375kB)
12. BAB III.pdf
Download (489kB)
13. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (307kB) | Request a copy
14. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (222kB) | Request a copy
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (338kB)
16. LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
Gambaran Karakteristik Pendonor Dengan Hasil Reaktif IMLTD Hepatitis B danC di Unit Donor Darah PMI Kabupaten Bojonegoro. Fitria Nur Aisah (2022). Karya Tulis I lmiah Studi Kasus Deskriptif, Program Studi D-III Teknologi Bank Darah Malang, Jurusan Kesehatan Terapan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing (Utama) Dr. Ni Luh Putu Eka S, S.Kp, M.Kes Dalam rangka penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan bagi resipien, tentunya dibutuhkan produk darah yang aman. Aman dari kontaminasi mikroba atau patogen, yang akan memberikan efek buruk bagiresipien. Salah satu upaya yang dilakukan demi terjaminnya produk darah yang aman adalah dengan melakukan pemeriksaan Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Karakteristik Pendonor Reaktif IMLTD Hepatitis B dan C di UDD Pmi Kabupaten Bojonegoro, penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kejadian Hepatitis B dan C dari segi kelompok usia , jenis kelamin , golongan darah dan jenis pendonor pada tahun 2021 dan 2021, didapatkan hasil pada tahun 2021 Kejadian Hepatitis B dan C paling banyak terjadi pada kelompok usia dewasa akhir sebanyak 52 pendonor dan pada kelompok usia dewasa akhir sebanyak 9 pendonor, lalu pada tahun 2022 kejadian Hepatitis B dan C paling banyak terjadi pada kelompok usia dewasa akhir sebanyak 59 dan pada kelompok dewasa akhir sebanyak 15 pendonor. Dari segi jenis kelamin kejadian Hepatitis B dan C pada tahun 2021 banyak terjadi pada jenis kelamin lakilaki sebanyak 94 pendonor danpada tahun 2022 kejadian paling banyak juga pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 73 pendonor. Dari segi golongan darah kejadian Hepatitis B dan C pada tahun 2021 banyak terjadi pada golongan darah O sebanyak 35 pendonor dan pada tahun 2022 paling banyak terjadi pada golongan darah B sebanyak 34 pendonor. Dari segi jenis pendonor kejadian Hepatitis B dan C pada tahun 2021 paling banyak pada kelompok donor sukarela sebanyak 117 dan pada tahun 2022 paling banyak yaitu pada kelompok donor sukarela sebanyak 129 pendonor. Saran yang dapat diberikan yaitu, dilakukanya sosialisasi tentang penyakit ini sehingga masyarakat khususnya para remaja mengerti bahaya serta tindakan pencegahan apa yang harus dilakukan, selainitu vaksinasi juga sangat diperlukan.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Analisis Farmasi dan Makanan (Anafarma) > Teknologi Bank Darah > Tranfusi |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 56 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 12:23 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1655 |
