ROHMATUL, RISKA DEWIK (2024) ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN BBLR DI TPMB S. Skripsi thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (53kB)
3. COVER DALAM.pdf
Download (86kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (261kB)
5. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (165kB)
6. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (282kB)
7. ABSTRAK.pdf
Download (186kB)
8. ABSTRACT.pdf
Download (230kB)
9. KATA PENGANTAR.pdf
Download (129kB)
10. DAFTAR ISI.pdf
Download (133kB)
11. BAB I.pdf
Download (153kB)
12. BAB II.pdf
Download (207kB)
13. BAB III.pdf
Download (287kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (273kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (141kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (214kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Download (2MB)
Kata Kunci
Abstract
Rohmatul, Riska Dewik. 2024. Analisis Faktor Risiko Kejadian BBLR di TPMB S Wilayah Kecamatan Blimbing Tahun 2023. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Reni Wahyu Triningsih, SST., M.Kes. Pembimbing Pendamping : Sunaeni, SST., M.Keb. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah masalah kesehatan utama di Indonesia, menjadi penyebab terbesar kematian neonatal dengan angka 28,2%. Kejadian BBLR dipengaruhi oleh faktor usia ibu, usia kehamilan, dan paritas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko BBLR melalui studi deskriptif analitik dengan desain kasus kontrol. Data dikumpulkan dari rekam medis ibu bersalin, melibatkan 48 responden, terdiri dari 24 sampel kelompok kasus dan 24 sampel kelompok kontrol. Pengambilan sampel kelompok kasus menggunakan total sampling, sedangkan kelompok kontrol menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil menunjukkan usia ibu tidak berisiko terhadap kejadian BBLR (p-value = 0,625 dan OR 1,033) dan paritas tidak berisiko terhadap kejadian BBLR (p-value = 0,688 dan OR 0,834). Usia kehamilan adalah faktor paling berisiko terhadap kejadian BBLR dengan p-value 0,007 dan OR 1,737. Ibu hamil dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu berisiko 1,737 kali mengalami BBLR dibandingkan ibu hamil dengan usia kehamilan 37 minggu atau lebih. Peneliti selanjutnya disarankan meneliti faktor lain seperti riwayat ANC, riwayat kesehatan ibu, riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya, komplikasi kehamilan, dan faktor lainnya.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Asuhan Kebidanan Neonatus dan Bayi Baru lahir |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 02:01 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 07:49 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1232 |
