LESTARI, AMALIA INDAH (2024) PERBEDAAN PERSEPSI TENTANG PENGGUNAAN KONTRASEPSI IMPLAN PADA AKSEPTOR IMPLAN DAN NON IMPLAN MENGGUNAKAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL DI KECAMATAN WAJAK. Skripsi thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. Cover Luar .pdf
Download (43kB)
3. Cover Dalam.pdf
Download (250kB)
5. Lembar Persetujuan.pdf
Download (960kB)
6. Lembar Pengesahan.pdf
Download (1MB)
7. Kata Pengantar.pdf
Download (215kB)
8. Abstrak Indonesia.pdf
Download (215kB)
9. Abstrak Inggris.pdf
Download (214kB)
10. Daftar Isi.pdf
Download (232kB)
11. BAB I.pdf
Download (347kB)
12.BAB II.pdf
Download (497kB)
13. BAB III.pdf
Download (498kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (403kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (332kB) | Request a copy
16. Daftar Pustaka.pdf
Download (441kB)
17. Lampiran.pdf
Download (3MB)
4. Lembar Pernyataan Keaslian Tulisan.pdf
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
Lestari, Amalia Indah. 2024. Perbedaan Persepsi tentang Penggunaan Kontrasepsi Implan Pada Akseptor Implan dan Non Implan Menggunakan Teori Health Belief Model. Skripsi. Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing Utama : Herawati Mansur, SST.,M.Pd.,M.Psi. Pembimbing Pendamping : Gita Kostania, SST., M.Kes. Introduction : Implan merupakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang yang masih sedikit peminatnya. Di Indonesia pengguna kontrasepsi implan cenderung relatif lebih sedikit dibandingkan dengan jenis kontrasepsi lain. Data cakupan peserta KB aktif tahun 2022 di kabupaten Malang mencatat PUS sebanyak 285.544 orang. Dari keseluruhan cakupan peserta KB tersebut yang menggunakan KB implan hanya 8,2% (BPS Provinsi Jawa Timur). Persepsi mempunyai peran penting dalam proses pemilihan kontrasepsi. Orang yang mampu mempersepsikan diri dengan baik berarti mempunyai kesadaran diri yang baik juga untuk memilih kontrasepsi yang sesuai (Windarti, 2020). Hal ini dapat dikaitkan dengan teori HBM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan persepsi tentang penggunaan kontrasepsi implan dan non implan menggunakan teori Health Belief Model di Wilayah Kecamatan Wajak Kab. Malang. Methods : Desain penelitian komparatif, sampel sebanyak 72 terdiri dari 32 akseptor implan dan 40 akseptor non implan yang memenuhi kriteria inklusi melalui teknik Proportionate Cluster Random Sampling. Instrument penelitian menggunakan kuisioner yang di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji statistic Mann Whitney. Results : Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan persepsi tentang penggunaan kontrasepsi implan yang signifikan antara askeptor implan dan akseptor non implan dengan hasil nilai p value sebesar 0,027 (<0,05). Analysis : Jadi pada aksesptor implan mereka akan lebih cenderung memiliki persepsi yang positif tentang penggunaan kontraepsi implan sedangkan pada akseptor non implan akan cenderung memiliki persepsi yang negatif tentang penggunaan kontrasepsi implan. Discussions : Pesepsi seseorang akan positif apabila sesuai dengan kebutuhannya dan sebaliknya akan negatif apabila bertentangan dengan kebutuhan orang tersebut.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 09:15 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 07:08 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1211 |
